Tuesday, February 19, 2013

Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan dan semua beban yang menambat diri di tempat start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari mengalahkan pelari lain akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.


Kata bijak hari ini

Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab :
Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak,
dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir.

Tahukah Anda

Los Angeles dikenal sebagai rajanya mobil di negara bagian California, Amerika Serikat. Namun populai mobil di sana ternyata masih kalah dengan yang ada di Artherton, kota yang terletak antara San Francisco dan San Jose, Amerika Serikat.

Kota kecil yang makmur ini tercatat mempunyai 5.680 mobil, sementara jumlah orang dewasa di atas usia 18 tahun menurut biro sensus hanya ada 5.500 orang. Tiap Keluarga rupanya mempunyai lebih dari 1 mobil. Bahkan mereka mempunyai mobil keluarga dan sedan bisnis pribadi yang berbeda. Mereka mempunyai kendaraan besar SUV untuk bepergian ke Tahoe untuk menarik perahu mereka. Anak-anak juga mempunyai mobil, juga pembantu.

Jangan heran, Arthenton memang kotanya orang-orang kaya. Secara logika sulit dijelaskan kenapa mereka memilih mempunyai banyak mobil. Dari survei yang pernah dilakukan diketahui, 60 persen keluarga Arthenton mempunyai sedikitnya 3 mobil. Padahal mereka sebenarnya tidak membutuhkan kendaraan sebanyak itu, apa lagi sampai 5 buah. Masih menurut survei tersebut, emosi mungkin merupakan alasan paling besar bagi penduduk Arthenton, untuk mempunyai lebih dari 1 mobil.

Tujuh keajaiban dunia (yang lain)



Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia". Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupu ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi ;

1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar China
4) Menara Pisa
5) Kuil Ankor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab ;
"Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."
Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, Tujuh Keajaiban Dunia adalah ;
1) Bisa Melihat,
2) Bisa Mendengar,
3) Bisa Menyentuh,
4) Bisa Menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan
5) Bisa Merasakan,
6) Bisa Tertawa,
7) dan Bisa Mencintai .....

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.


Kata Bijak hari ini

Sebagian orang mengatakan kesempatan
hanya datang satu kali, itu tidak benar. 
Kesempatan itu selalu datang,
tetapi anda harus siap menanggapinya.

Tahukah anda (20/2/2013 *1)

Orang umumnya kenal dengan hamburger, roti dengan isi daging sapi atau daging ayam. Namun ada lagi roti isi yang namanya whaleburger alias burger paus. Sumbangan meni sandwich ini diperkenalkan oleh sebuah restoran kecil, Kujiraya di kota Shimonoseki, sekitar 825 Km tenggara Tokyo. Kujiraya sendiri mempunyai arti "tempat paus"

Disajikan mirip burger namun dengan pengapitnya dari nasi, burger nasi paus dijual 4x lebih mahal dibandingkan dengan hamburger di McDonalds.

Paus merupakan sumber protein paling penting buat orang Jepang dalam masa sulit mereka beberapa saat setelah Perang Dunia II. Namun, kemudian daging paus menjadi makanan yang mahal dan jarang tampak pada menu makan malam keluarga. Makanan ini umumnya dikonsumsi oleh restoran tertentu.


Monday, February 18, 2013

Satu Langkah Ke Depan

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan dari pada tidak bergerak sama sekali.

Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda hanya termening dan tidak bergerak.

Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan anda. Tidakkan lebih memungkinkan bagi anda untuk mengambik langkah-langkah pendek terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu demi satu langkah kecil, asalkan anda tidak berhenti, adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju. Dan bukan berhenti.

Tahukah anda (19/2/2013 *1)

Yahoo.com adalah website yang paling sering dikunjungi di internet. Anda mungkin sudah tahu tentang hal itu, tetapi masih ada hal yang tersisa. Tahukan anda apa arti kata "Yahoo"?

Yahoo, ternyata sebuat singkatan. Menurut informasi resmi dari perusahaan tersebut, Yahoo adalah singkatan dari "YET ANOTHER HIERARCHICAL OFFICIOUS ORACLE" yang berarti "Satu tempat bertanya segala tahu yang disusun bertingkat dan hirarkis".

Memang susah menjelaskannya, baik dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris, lebih gampang menyebutnya Yahoo saja. :)

Kata bijak 19/2/2013 (1)

Allah Swt memberi kita 1 lidah, akan tetapi memberi kita 2 telinga
agar supaya kita dua kali lebih banyak mendengar dari pada berbicara

Memberi Tanpa Pertimbangan aka Ikhlas



Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan : diberikan.

Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankan, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih" memberi ; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai penyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Temukan Cinta Anda



Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana.
Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tempat menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda ; tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ?
Tidak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Sunday, February 17, 2013

Garam dan Telaga


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya dengan perlahan. "Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..." ujar Pak Tua itu.

"Pahit, pahit sekali.." jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah..." Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?"

"Segar" sahut tamunya "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. " Tidak" jawab si anak muda.

Dengan bijak Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama.

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat bergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan bergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Bersyukurlah Pada Apa Saja

Anda wajib mensyukuri apapun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirka sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.


Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan anda lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.

Thursday, February 14, 2013

Kata Bijak Hari ini (15 feb 2013)

Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu.
Kritiklah aku, dan aku mungkin tak menyukaimu.
Acuhkanlah aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu.
Semangatilah aku, dan mungkin aku takkan melupakanmu.
(William Arthur)

Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mencari teman.
Namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yangmendapatkan banyak teman
tapi menyia-nyiakannya.
(Ali bin Abu Thalib)

Mawar untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 Km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenama dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."


Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja... Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya, untuk menyerahkan sendiri karangan bunga itu.

(diadaptasi dari : Rose for Mama - C.W. McCall)

Motivasi hari ini (15 feb 2013)

Hanya mereka yang berani gagal
dapat meraih keberhasilan
(Robert F. Kennedy)

Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-
pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa
depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal,
dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan
yang menjadi tujuan mereka.
(Brian Tracy)

Percaya pada keajaiban,
tapi jangan tergantung padanya.
(H. Jackson Brown, Jr)

Rahasia Sebuah Ketulusan

Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda, dan memungut sebatang pensil yang patah. 
Pintanya, "Boleh aku pinjam ini?" Anda yang sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata. "Ambil saja." Setelah itu anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman anda, pensil patah itu amat berharga demi mengerjakan tugasnya.


Tahukah anda sebagaimana "rasa" sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa, apalagi untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa, sebagaimana anda menyilakan teman dekat anda mengambil pensil patah anda. Tiada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan terima kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semua lenyap dalam ketulusan. 

Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti pensil patah itu. Sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa saat kita saling berbagi. 
Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada keadaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun tampak bagai pena emas. Jangan ingat-ingat perbuatan baik anda. Kebaikan yang anda letakkan dalam ingatan bagaikan debu yang tertiup angin.

Wednesday, February 13, 2013

Hadiah waktu

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp.86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan dalam sehari itu. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu : bernama WAKTU. Setiap paginya ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.


Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.


******************************
HARGAILAH SETIAP WAKTU YANG ANDA MILIKI.
DAN INGATLAH WAKTU TIDAK MENUNGGU SIAPA-SIAPA
******************************



Kisah Cangkir Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu.." kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat.." ujar si kakek.


Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara :
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia memulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. STOP!! STOP!! aku berteriak, tetapi orang itu berkata "BELUM..!!" lalu ia memulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
STOP!! STOP!! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi, ia memasukkan aku ke dalam perapian. PANAAAS!!... PANAAS!!! Teriakku dengan keras. STOP!!.. CUKUUUP!!.. teriak ku lagi. Tapi orang ini berkata : "Beluum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku berpikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata beluum..... Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. STOOP!! STOOP!! .. aku berteriak.
Wanita itu berkata "BELUUUM!" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih ganas dari sebelumnya. TOLOOOONG!! Hentikan penyiksaan ini.....! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali, aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

*********************

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses ini selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.

Malaikat Pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan.

 "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?"
Tuhanpun menjawab. "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi, "Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa kecuali bahagia.."
Tuhan pun menjawab. "Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."
Namun, si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?"
Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu itu, akan membisikkan mu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."
Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"
Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkan mu untuk berdoa."
Lagi-lagi, si kecil menyelidik, "Namun, aku mendengar, disana banyak sekali orang jahat, siapakan nanti yang akan melindungiku?"
Tuhanpun menjawab, "Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu."
Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.."
Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu."
Hening...
Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengan sayup-sayup.
Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...."
Tuhan pun kembali menjawab. "Nama malaikatmu tak begitu penting.... Kamu akan memanggilnya dengan sebutan :   IBU ....."

********************************
Kisah ini hanya kiasan
********************************

Tindakan kita sebatas kita memandang diri



Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan anda pun jadi kerdil. Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga..

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tidak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengan. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.


Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit


Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit."
Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan se-sen demi se-sen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.

Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu : Bila Kita Mampu Mengumpulkan Kebaikan dalam Setiap Tindakan-tindakan Kecil Kita, maka Kita akan Dapati Kebesaran dalam Jiwa Kita.


Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, Bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi dari pada bukit tabungan anda.

Paku dan Luka di hati



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.....

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku pada pagar setiap kali dia marah, .... lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan paku ke pagar.


Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari DIMANA DIA TIDAK MARAH.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.

"Hmmm.... kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya... ketika kamu pernah mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti di lubang ini... di hati orang lain...Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu...... tetapi tidak peduli beberapa kali kamu meminta maaf, luka-luka itu tetap ada... dan luka kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik..."